Diarsipkan di bawah: Kolam Susu
Ada yang sengaja diam agar didekati,
dan ada yang tak mau didekati karenanya diam.
Ada yang malu-malu karena ia ingin tahu,
Ada yang gak tahu karenanya jadi malu.
Maka tunjukkan kekeliruanku
Untuk membantu lebih sayang padamu.
Tiko, april 2009
Diarsipkan di bawah: Kolam Seni
Hallo seni rupa
Apa kabarmu di sana
Ngambek yah
Kok diem terus sich
Mbok ya bohong
Aku pingin kau gombalin lagi
Hallo seni rupa
Cakrammu luar biasa
Emang beli dimana
Bagi untukku juga
Hallo seni rupa
Rupa-rupanya
Wajahmu memerah juga
Krasa apa pura-pura
Hallo seni rupa
Aku menantimu
dimana-mana
tiko, maret 2009
Diarsipkan di bawah: Kolam Seni
Bolehlah kau terangkan ini itu
Kau tunjukkan langkah efektif
Analisa masalah, kemungkinan solusi
Hingga trik-tip menghadapinya
Oke, aku sediakan kuping untuk mulutmu
Ku gelar jiwa samudra untuk badai cita-citamu
Dan sekotak penghapus serta tipex
Jikalau kau salah menuliskan untukku
Lho, apa-apa an ini kok jadi lesu!?
Jadi apa yag harus kutulis hari ini?
Akibat suplemen kadaluarsa?
Atau maaf, …putus asa?
Bualan teori kadang perlu
Tamparan pun perlu
Tapi yang belum terlihat dipagi ini
Terbitnya matahari dari jiwamu
Tiko, April 2009
Diarsipkan di bawah: Kolam Seni
Pacarnya Rupa,
sudahkah engkau berkarya?
Nyatanya sepi-sepi saja, emang berapa mata yang mau melihatmu?
Jangan-jangan kamu palsu, hingga orang tak mau melihatmu. Atau jangan-jangan kamu begitu asli, sementara mereka yang diluar sana super palsu dan maaf,mungkin matane mereka cuma mampu memandang yang palsu? Yang terjadi kan kau menggelarnya disana, Kau estetikmu Hingga ketika mereka menangkap ujaranmu, Menikmati serasa memilikimu dan sesuatu itu. Bahkan jikalau mata terpejam dan waktu berlalu, Engkau mampu berada dalam kegelapannya Dengan terangnya keelokannmu Syukur engkau mampu menemaninya Dalam setiap gerak lakunya Rupa, ijinkan aku disini Merindumu. Tiko, 2 April 2009