Kodokiju’s Weblog


Seniman 2013
Oktober 11, 2009, 2:21 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

Seniman bertato habis nglukis foto-foto
Seniman berpeci sebelum nglukis nyempetin ngaji
Seniman rambut gondrong pingin karyanya diborong
Seniman rambut cepak ogah bila terdepak
Seniman rambut gimbal karyanya rasa sambal
Seniman gundul kalo jongkok gandhul-gandhul
Semiman berkumis sukanya yang miris-miris
Seniman baju ketat pameran dada dan pantat
Seniman baju biru sok-sokan jadi guru
Seniman baju putih pantang katakan letih
Seniman kaos oblong sesekali berkata bohong
Seniman celana pendek sukanya mbedek
Seniman celana panjang anak dua ngaku lajang
Seniman celana jeans curi anak orang tanpa ijins
Seniman bersarung ide karyanya seputar burung
Seniman barat isu dikaryanya mulai berat
Seniman timur cita-citanya makmur
Seniman utara malas nglukis banyak bicara
Seniman selatan cewe lewat mata jelalatan
Seniman antik karyanya berbau mistik
Seniman dagelan tetap eksis walaupun pelan
Seniman dukun suka madu rokok sukun
Seniman kalem karena sering keluar malem
Seniman muda muka ganteng rambut kuda
Seniman tua lagi sepi tetep tertawa
Seniman senior senengane golek yunior
Seniman yunior bocahe ayu tur wani dandan menor
Seniman putih penuh semangat tanpa letih
Seniman merah selalu berkarya penuh gairah
Seniman hijau tak mempan jika dilempar ranjau
Seniman hitam malem nglukis pagi katam
Seniman kuning baca buku kepala pening
Seniman garis keras berkarya demi beras
Seniman garis lunak suka yang masih anak-anak
Seniman garis tepi karyanya terasa sepi
Seniman cadangan cat lukis buat hidangan
Seniman alternative ide-ide nya selalu kreatif
Seniman lapis dua habis nglukis cari gua
Seniman bayangan berkarya dalam angan-angan
Seniman bayaran bahaya kalo diberi saran
Seniman idialis adih karya gak laku jadi penulis
Seniman TOP Tetep wae Ora Payon
Seniman JOS Jare sih Ora Suwe
Seniman SIP Soalnye Ikutan Payon
Seniman markotop marai kokean nyekel laptop
Seniman amburadul ampun-ampun kalo disuruh potong gundul
Seniman bujang bulu itunya panjang
Seniman lapuk menjala yang empuk-empuk
Seniman kadaluarsa kadang-kadang ngajak pameran bersama
Seniman tangguh karya tanggung tapi sungguh-sungguh
Seniman sadar sukanya makan dadar
Seniman mabok sukanya maen facebook
Seniman tobat tolong dong jangan diembat
Seniman maling maen gitu pake beling
Seniman setan matanya seneng jelalatan
Seniman gila klo menggigit lama
Seniman basi bawaanya gak punya ambisi
Seniman busuk bulu kumis tampak menusuk
….. (bersambung)
Seniman sejati sejahera sampe mati.



SUARA MISTERIUS
Maret 28, 2009, 4:41 am
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

Tiga orang anak sedang menikmati rasa lapar. Mereka mencoba mencari tahu apa yang tersembunyi dari rasa lapar mereka. Menurut kakek mereka, suara yang terdengar dari dalam adalah suara kejujuran. Akhirnya merekapun kompak diam membisu, menunggu suara kejujuran yang akan keluar dari dalam.

Tak lama kemudian dari perut anak yang pertama tiba-tiba mengeluarkan bunyi “kukkuruyuuuk…kuruyuuuk…”
dengan kecut anak itupun tersenyum bangga. Sambil bercerita bohong, bahwa ia kemarin habis maka dua potong paha ayam besar.
“ha.ha.ha.ha…” suara tawa dari mereka meledak memulai sore yang indah.

Beberapa detik menunggu,
Menyusul kemudian dari dalam perut anak yang kedua terdengar suara aneh, “krrk..krrk..k..kurruyuuuk… breeek..greeg” gelak tawapun mengiringi suara aneh tersebut. Anak yang kedua ini pun tersenyum dan penuh percaya diri bercerita
“tiga hari yang lalu, aku makan satu blek kerupuk dan dua kepala ayam dan tiga tusuk sate brutu, ha.ha.ha…”
tawa dari anak kedua ini pun disambung dua kawan lainnya. Sore itu semakin ceria dibuatnya.

Lalu mereka bertiga kembali membisu sambil menanti apa yang akan diungkapkan dari dalam perut mereka. Lama ditunggu tak juga terdengar suara. Anak yang pertama dan kedua mulai gelisah. Mereka mencemaskas temannya yang ketiga. Mereka pun bertanya dalam hati, jangan-jangan temannya yang ketiga sudah lama tidak makan. Muncul rasa iba di hati mereka, namun merekapun tetap diam membisu.
Tiba-tiba, suara yang sejak tadi dinanti-nantikan merekapun mulai terdengar, tapi sangat pelan…
“krrk..kr…rr…tekkekkk….tokkeeek….keeek….keek…”
anak yang ketigapun tersenyum lebar sambil berdiri gagah, bercerita dengan suara keras penuh bangga:

“kemarin aku habis makan tokek bakar tiga ekor!!”
Ha.ha.ha.ha…. Ha.ha.ha.ha….
Ha.ha.ha.ha…. Ha.ha.ha.ha….
Ledak tawapun lepas dari mulut lapar mereka.

Tiko, maret, 2009



SMS RAHASIA 2009 dan Ketemu Monyet 2006
Februari 21, 2009, 7:58 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor | Tag:

+ di buka yak, mumpung hujan dan dingin. Dah masuk blm? Gmn rasanya.. Ksh teriakannya dong.. He.he96.. jg ngerez.. mksudnya masuk di blogku. 12 feb.2009
20 :59:40
- MODEMKU LG DIPJM ADEKU, HIK HIK HIK ADEM2 NTN TV WAE.. HEHE BSK YA 21 :01:27
+ Padahal enakan skrg, malem2 sepi, berdua mandi di kolam2ny kodok ijo, maenin kodok, dan kodok2an ha.ha69.. (jgn crta2 tmn lho) 21: 07:58
- YAAA, DA TERLANJUR SMSNYA DI BACA MA TMEN2… SORY… HAHA 21 :11:50
+ yaudah, ajak aja skalian bidadari2 lain tuk cuci kaki & mandi brg.. Tapi crita yg khusus tuk km gak jadi, takut nnti pd cemburu. Ha.ha96… 21 :21:24
- CRITA OPO? KO KTWANE 96x TRUS G NANGGUNG! 21 :21:24
+ Ntar, Sabar, Tnggu bentar, syaratny km masuukkk dulu.. Ok, crt ini dah lm, tapi msh rahasia, malu aq, Wha.kak.kak 2.696x… 21 :37:44

- apasih ceritanya tiko? Kok ketawanya terus2an
+ sebetulnya gak lucu sih, justru karena itu aku ingin ketawa terus2an..
Masalah gak lucu ini, karena sangat lokal, sangat personal, Bukan Humor Berkelas yang bisa dinikmati oleh banyak orang.
- jadi itu bukan sesuatu yang berbobot, yang mencerdaskan yah?
+ ya.. bahkan cenderung menyesatkan ha..ha..69x
Kira2 3-4 tahun yang lalu aku pernah dan telah bermimpi, dalam mimpi itu aku berada di sebuah kamar, di sana ada kamu juga.
Aku duduk di lantai dengan bersandar pada dinding yang di sebelah atasnya ada sebuah jendela yang terbuka keluar. Saat itu matahari cerah, menjelang sore, dengan udara segar yang keluar masuk lewati jendela dengan leluasa. Kamu ingin tahu, kamu berada dimana?
Ya, kamu berada dalam pangkuanku, punggungmu membelakangiku, sambil asyik membaca buku harianku, lembar demi lembar cerita demi cerita.
Kamu dalam pelukanku…
He.he.he.96x
Oleh karena itulah aku “sedikit memaksa” kamu untuk baca sebagian buku harianku dalam blog kodok—ijo ini karena terinspirasi dari mimpi tersebut.
Sekarang mengenai membacanya sudah menjadi kenyataan, berarti yang belum apanya….?
Hahahaa…
- DASAR !!!!

Tiko, feb.2009

Sedikit catatan untuk mengingat

Ketemu monyet

Kau menemuiku, kau jabat tanganku
Kita ngobrol rame-rame
Aku curi-curi pandang
Kau pun tak berubah, berlagak malu
Seperti yang ku kenal, kau percikkan benih-benih harapan,
Peta petunjuk jalan, bahkan janji kencan yang terawang

Ya aku pernah suka kamu
Sahabatku pernah suka kamu
Entahlah dulu pengorbanan untuk sahabat
Atau sahabat yang mengorbananku
Serpertinya…, saat ini terserah kamu dan aku

Tiko, 2006



KOPI PAHIT
Januari 29, 2009, 5:07 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

Dia adalah seorang seniman yang biasa kerja malam, hidup dan menghidupi malam, sedangkan sebagian banyak waktu siangnya adalah untuk tidur dan main-main. Pada tahapan kehidupan berkeluarga, terjadilah sebuah dilema. Istri yang dicintainya belum mampu menerimanya apa adanya, sementara kariernya tak semulus angan dan harapannya apalagi ditambah tekanan dari keluarga si wanita. Kebutuhan hidup yang semakin mengganas dan mencekik memberikan tekanan berat bagi keluarga baru itu.
Disaat kondisi kritis dan terjepit itulah ia putuskan untuk banting stir dan terpaksa mengubah pola hidup menjadi bagai manusia umumnya. Ia bekerja di bengkel sepeda motor jika disana memerlukannya, ia sebagai kuli panggul di pasar jika dagangan es cendolnya tak kunjung laku. Ia pun membantu sebagai tenaga ajar di sebuah SD swasta walaupun cuma sekali dalam satu minggu. Ia melakukan apa saja dan dengan siapa saja selama itu halal demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Disamping itu semua tentu saja meluangkan walau sedikit waktu untuk berkarya, yang katanya sih tuntutan dari lubuk hatinya.
Hal yang demikian tentu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, karena waktu siang tersita untuk bekerja dan malamnya pun seperti biasanya diluangkan untuk berkarya. Namun apalah dikata, tenaga manusia ada batasannya. Kopi yang biasanya manjur sebagai penangkal kantuknya, sudah tak terasa efeknya di badan dan mata.
Akhirnya ia pun berkonsultasi dengan seorang dokter.
“Dokter, saya mempunyai masalah dengan rasa kantuk yang berlebihan, saya tidak bisa mengontrol keinginan tidur walaupun hari masih sore. Sedangkan saya masih pingin bekerja di malam hari. Saya sudah menyiasatinya dengan meminum kopi pahit di campur sedikit garam, tapi semua sia-sia, malahan tidur terasa nikmat sekali setelah saya minum kopi. Bagaimana saya bisa tahan untuk terjaga dok?”.
“Oh, kalau itu sebetulnya masalah sepele. Bukan soal kopi yang yak berkhasiat menahan kantuk, tetapi lebih pada cara anda menikmati kopi itu.”
“Maksud dokter?”
“Maksud saya; ketika anda merasakan kantuk bikinlah kopi kental yang panas, terus jangan langsung diminum kopinya, tapi gunakan untuk mencuci muka anda dulu, baru diminum. Pasti dijamin anda tidak ngantuk lagi.”
“Yaiya lah dok, gak ngantuk tapi mlocoti. Dasar dokter sialan.”

Tiko, jan.09



Hitam Putih Untuk Penggembala Tengik
Januari 29, 2009, 5:06 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

Oleh : Tiko

Didik Wibowo marah-marah besar. Kopinya yang masih separoh di join ama cicak. Rencananya nglembur sanpai pagi terganggu oleh nekatnya sahabat kita yang satu itu. Untuk mengurangi emosinya ia pun terpaksa, maaf, mantek aji sebentar untuk berkomunikasi dengan cicak tersebut. Karena ia mengetahui marah tanpa mengerti sebabnya marah adalah kebodohan dan menyakiti sesama mahluk termasuk dosa walaupun itu adalah seekor cicak. Maka terjadilah komunikasi.

“ Hai, Cicak-cicak di dinding, engkau sungguh mulia.
Setiap hari engkau membantu menjagaku dengan melahapi nyamuk-nyamuk yang sering menggigit dan mengganggu di malam lemburku dan saat bobok ku.
Kiranya ada apa gerangan kali ini engkau yang merusuhi diriku dengan meminum kopiku dari gelas yang satu. Maka karena kebodohanku yang tak mampu menerima kejadian ini, berikanlah alasan yang memuaskan untuk meradakan rasa kesalku ini, kenapa engkau nekad mencicipi kopiku? ”

“ Ha.ha.ha.ha… cicak tertawa terbahak, kamu jangan cepat emosi, jangan cepat marah, ntar jadi cepat tua baru tau rasa. Lengkungkan dulu bibirmu dan berikan tatapan mata persahabatan padaku!.”

“ Iya, iya.. Didik terus mendesak, tapi mengapa engkau meminum kopiku. Kalau kamu haus bukankah banyak air disana, di bak kamar mandi atau dimana saja. Bukankah kamu bebas dari bermacam penyakit perut. Silahkan minum apa saja, tapi jangan kopiku!.”

“ Kamu jangan sok tahu sahut cicak. Bukankah kamu sadar aku selalu temani malam mu? Membantu mengurangi nyamuk dirumahmu karena mereka adalah makananku. Dan apakah aku selalu meminum kopimu? Apakah kau pernah menawari aku? Kau pikir aku mencuri kopimu? Sebenarnya dari tadi aku sudah meminta baik-baik kepadamu, Cuma engkau yang terlalu serius di hadapan karya senimu itu yang mengurangi kepekaan pendengaranmu. Sebenarnya begini, malam ini aku ngantuk berat. Badanku terasa capek.
Aku takut jika berjalan di dinding dan eternit nanti terpeleset dan jatuh, kan bisa jadi berabe. Aku ingat kemarin engkau berbicara dengan temanmu soal khasiat kopi, yang salah satunya adalah mencegah kantuk. Oleh karena itu aku ingin membuktikan sendiri kebenarannya.”

“ Ya udah jika benar itu alasanmu, aku menerimanya.
Padahal tahu gak, dari dulu nenek moyangmu juga memakai alasan yang sama untuk membenarkan perbuatannya.”

“ Maksudmu?” Tanya si cicak.

“ Apa kamu tidak pernah mencari tahu kenapa tahimu berwarna hitam dan putih. Hitamnya banyak dan putihnya setitik.” Cicak semakin tak ngerti.
“ Gini ceritanya; cicak nenek moyangmu dulu adalah sahabat nenek moyangku. Karena cicak binatang yang baik, ia mendapatkan anugrah untuk bisa melawan gravitasi. Ia bisa merayap di dinding dan eternit seperti kemampuan yang kamu miliki sekarang. Sampai-sampai tahinya pun berwarna putih. Sampai suatu hari moyangku membuat kopi nikmat di sebuah malam. Cicak moyangmu tergoda untuk mencicipinya karena mencium aroma wangi kopi tersebut. Iapun mengendap merayap dan meminum hampir separoh kopinya.”

“ Wuih.., yang bener ” sahut cicak.

“ Kemudian kakek moyangku mengintrogasinya, dan ternyata cicak tak mengakui perbuatannya. Padahal moyangku dengan mata kepala melihat kalau si cicak yang meminum kopinya. Karena itu ia pun mengucapkan semacam doa; jika cicak bohong maka tunjukkanlah semacam pertanda yang jelas kepadaku. Maka tak lama kemudian perut cicak terasa sakit dan tak tahan untuk berak. Alangkah mengejutkan bagi cicak, ternyata tahinya berubah warnanya menjadi hitam dengan sedikit putih. Ia pun dengan segera menyadari kekhilafannya. Syahdan hingga sampai saat ini keturunan cicak mewarisi warna hitam putih di tahinya dan keinginan mencicipi kopi milik manusia. ”

Cicak tadi pun tersenyum-senyum …
“ Maaf dech – maaf dech,” sambil nyelonong pergi merayap ke dinding kamar dan berhenti diatas sebuah lukisan.

“ Kamu ingin tahu pendapatku tentang lukisanmu” tanpa menunggu jawaban
“ Ini pendapatku ” sambil mleding berak menetes menjatuhi tepat di atas hidung figur manusia dalam lukisan “Bebek jagoan dan Penggembala tengik” miliknya.

Didik dan cicak tertawa terbahak-bahak bersama.

Tiko, jan. 2009



KUAS-KUAS DIBALIK KASUR
Desember 13, 2008, 5:45 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

oleh tiko, des.2008

+ Kuas apa yang bikin sedih?
- Kuas murahan, kuas patah, kuas kotor!!!
+ Salah, salah, salah..!!
- Serus jawabnya apa?
+ Kuasih tak sampai, he.he3…

lagi yah,
+ Kuas apa yang item, panjang, keras, bulunya kriting, baunya khas, kalo digosok membesar?

(sambil diem, mikirin jawabannya)
- Wah jorok neh..
+ Apa jawabannya?
- Enggak ah, jorok seh..
+ Nyerah yah, jawabnya KUASsihan dech loe, jadi mikirin yang jorok.. ha.ha3..
- Assemik.. hik.hik3..

00 Ada lagi, kuas yang tak bisa dilawan
## Apaan tuh?
00 Kuasa ilahi.

## Kuas yang paling panjang?
00 Kuasa ramadhan.
## Kualat lho…
00 Ah cuma guyonan…, guyon…
dah mumet, masak gak boleh guyon.

~ Kuas apa yang bikin males nglukis?
! Kuas buatan cina!
~ Salah, sentimen lo!
! Kuasmaran lalu jalan-jalan terus!
~ Bukan itu
! Terus kuas apa?
~ Kuasur empuk

(!~) ..HA…HA…HA……



PICASO dan STIKER GENIT
Desember 13, 2008, 5:42 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

Awalnya picaso melukis secara realislik souveniran, karena gak terlalu laku dan harganya murah banget, ia pun mencoba beralih pada usaha pembuatan keramik, karena picaso terkenal cukup kreatif dan suka hal yang sifatnya baru, ia pun menjadikan keramiknya sebagai media melukisnya. Idenya ini pertama kali cukup menarik dan ia mulai mendapatkan uang dari lukisan keramiknya. Eh baru beberapa minggu tetangga-tetangganya ikut-ikutan buat keramik yang dilukisi, jadi pasarannya seret lagi, terlalu banyak saingan.
Suatau hari istrinya yang bernama Fernande Oliver minta duit untuk belanja dan beli benges. Karena picaso memang lagi tak ada duit ia tak bisa memberikannya, si Oliver gak mau tau, ia marah-marah. Piring-piring di hambur-hamburkan, keramik dipecahin, Picasopun gak tahan dirumah, ia lalu ambil motor buntutnya, di stater dan langsung cancap gas, pergi kearah kota. Ditengah perjalannya ke kota ia disalip cowok ABG (Andalan Banyak Gadis) yang juga naik motor tua. Dan disaat motor cowok ABG itu tepat di depannya, Picaso, Sumpah enggak sengaja baca stiker di helm pengendara motor di depannya itu yang bertuliskan “PECAH NDASE, PECAH NDOKE n MATANE”. Ia merasa kena banget dengan tulisan itu, seolah itulah jiwanya. Iapun merenungkan, mengasosiasikan bayang-bayang pikirannya yang semrawut merumbai dan terbelah belah, keramik yang pecah dirumah, stiker yang genit, dan bermacam persoalan yang telah dialami dalam hidupnya selama ini. Dan akhirnya timbulah dorongan kuat dari dalam dirinya untuk membuat figur yang terpecah-pecah. Ia pun secara skali lagi gak-sengaja menemukan gaya yang para kritikus nantinya secara teoritis akademis silis pitis, memberikan sebutan gaya dan aliran kubisme untuk lukisan picaso.

Glosarium
Stiker Genit: adalah kependekan dari Stiker Gemblung nanging Nginspiratif
Tiko,des,2007



SUN FLOWER VAN GOGH
Desember 13, 2008, 5:20 pm
Diarsipkan di bawah: Kolam Humor

PROSES SEJARAH yangan-yangan TERLUPAKAN

+ Kenapa Van Gogh suka gambar Sun Flower (Bunga Matahari)?
_ Karena Van Gogh sangat suka banget makan Kuaci dari biji Bunga Matahari!

Ada sedikit cerita tentang hal ini yang sulit kau temukan di catatan para sejarawan yang kurang menawan, apalagi kritikus yang malah ikut-ikutan rakus; dengerin baek-baek yah’’’
Konon kisah hidup Vincent Van Gogh penuh dengan kegetiran, karya lukisnya tak diterima masyarakat sezamannya, ia dijauhi teman-temannya, ditolak cintanya. Ditengah sepi sunyi hidupnya, ia mempunyai kiat untuk mengisi kejenuhannya dengan kebiasaan makan kuaci dari biji bunga matahari. Ia sangat suka makan kuaci biji bunga matahari, bahkan ia merasa mendapatkan sahabat dekat yang paling mengerti akan keadaan dirinya, dialah Kuaci dan Bunga Matahari. Oleh karenanya untuk menunjukkan rasa terimakasih dari jiwa terdalamnya ia pun sering melukiskan bunga matahari sahabatnya itu. Seperti ketika Sudjoyono melukis Rose Pandanwangi istrinya. Jiwo ketoknya Vincent dalam melukis bunga matahari terpampang jelas disana.
Begitu juga dengan goresan-goresan kecil dan pendeknya, syahdan terinspirasi dari kulit kuaci yang tercecer, tersebar, berserakan, membukit memenuhi lantai kontrakannya yang tak pernah dibersihkan dalam beberapa bulan. Ia seperti mendapatkan getaran estetis kebekuan jiwanya secara tak sengaja ketika memandangi kulit-kulit kuaci tersebut.

Suatu hari ketika ia merasakan capai sehabis melukis ia berniat istirahat sebentar minum teh panas dan makan kuaci biji bunga matahari, ia tak mendapati stok kuaci satu dus yang baru dibeli hari sebelumnya, ia teringat saudaranya Theo yang waktu pagi meminjam sabit miliknya. Vincent marah besar, ia menebak kalau Theo saudaranya itu yang mengambil kuaci miliknya, akhirnya emosi kekesalan terhadap Theo terbawa saat Vincent melanjutkan melukis, menjadikan goresan lukisannya menjadi semakin ekspresif. Sejak itulah Vincent panggilan akrabnya memantapkan dirinya sebagai seorang ekspresionisme sejati.
Tiko,des.2007